Postingan

Kiat Sukses Manajemen Produksi Komoditas Perikanan Budidaya Perairan Menggunakan Metode Cobb-Douglas

Gambar
Metode Cobb-Douglas dalam Manajemen Produksi Perikanan Sumber:  https://www.adisucipto.com/konsep-pengembangan-perikanan-budidaya-di-era-digital/ Metode Cobb-Douglas merupakan suatu bentuk fungsi produksi yang menggambarkan hubungan matematis antara   berbagai   Input produksi (seperti pakan, benih, tenaga kerja, dan modal) dengan O utput (hasil panen ikan atau biomassa) dalam usaha budidaya perikanan. Dalam dunia perikanan budidaya yang terus berkembang, efisiensi produksi menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan. Salah satu alat penting dalam menganalisis dan mengoptimalkan proses produksi adalah fungsi produksi Cobb-Douglas . Fungsi ini telah lama digunakan dalam ilmu ekonomi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output produksi. Tapi bagaimana penerapannya dalam manajemen produksi perikanan budidaya ? Mari kita kupas lebih dalam. Fungsi Produksi Cobb-Douglas? Fungsi produksi Cobb-Douglas adalah sebuah model matematis yang menggambarkan bagaimana outpu...

TAHAPAN INPUT- PROSES SAMPAI OUTPUT PEMBESARAN IKAN MAS SINYONYA

Gambar
PEMBESARAN IKAN MAS SINYONYA   Sumber:  https://tangerangonline.id/2022/08/24/ikan-mas-sinyonya-unggulan-kabupaten-pandeglang/#google_vignette INPUT: Tahap Persiapan Kolam Kolam tanah / terpal / beton ukuran 100 m² – 200 m² Air bersih (pH 6.5–8.5) Pengeringan kolam 5–7 hari Pengisian air setinggi 80–100 cm Dibiarkan selama 7 hari untuk tumbuh plankton alami (pakan awal) Kolam siap tebar benihAir jernih kehijauan dengan plankton cukup   PROSES: 1.        Tahap Penebaran Benih Benih ikan mas Sinyonya ukuran 5–8 cm Kepadatan: 10–15 ekor/m² Contoh: Untuk kolam 100 m² = 1.000–1.500 ekor Air kolam dengan suhu 26–30°C Akklimatisasi benih 15–30 menit dalam kantong Penebaran dilakukan pagi atau sore hari Pemantauan 2–3 hari pertama untuk stres atau penyakit Benih tersebar merata dan beradaptasi dengan lingkungan baru 2.    ...

Teknologi dan Manajemen di Balik Suksesnya Industri Nila, Udang, dan Kaviar

Gambar
Teknologi dan Manajemen di Balik Suksesnya Industri Nila, Udang, dan Kaviar

IKAN PADI YANG CANTIK DARI SULAWESI

Gambar
  MARI MENGENAL IKAN PADI YANG CANTIK DARI SULAWESI INI πŸ‘‡πŸ˜ Sumber Gambar:  https://www.researchgate.net/profile/Fabian-Herder Ikan Padi ( Oryzias woworae )  merupakan spesies ikan kecil dari famili Adrianichthyidae yang berasal dari Pulau Sulawesi, Indonesia yang termasuk bagian dari genus Oryzias , ikan ini juga dikenal secara umum sebagai ikan medaka. Spesies ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 2010 oleh Parenti dan Hadiaty. Salah satu hal menarik dari O. woworae adalah fenotipnya yang unik dan menarik, membuatnya populer sebagai ikan hias air tawar. Fenotip merupakan ekspresi fisik dan fisiologis dari genotip suatu organisme, yang dapat diamati secara langsung. Fenotip dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Fenotip pada ikan diantaranya Warna Tubuh, Bentuk Tubuh, Ukuran Tubuh, Pola Prilaku, dan Struktur Sirip. A. Fenotip Ikan Oryzias woworae Sumber Gambar : Foto pribadi penulis 1. Warna Tubuh Jantan : Memiliki warna biru kepe...

Perbaikan Genetik Ikan dengan Pemuliaan Presisi

Gambar
(Sumber: Webinar Akuakultur Unesa 2025) Akuakultur merupakan komponen yang sangat penting dalam ketahanan pangan global yang memiliki potensi besar bagi perbaikan genetika untuk berkontribusi pada produksi berkelanjutan. Ketahanan terhadap penyakit merupakan target sifat utama untuk perbaikan. Program pemuliaan selektif memungkinkan peningkatan genetik sifat produksi, seperti ketahanan terhadap penyakit, tetapi kemajuan dibatasi oleh heritabilitas sifat dan interval generasi spesies. Peningkatan genetik ketahanan terhadap penyakit bergantung pada program pemuliaan selektif berbasis keluarga, ditambah dengan penggunaan seleksi genom, yang ketahanan terhadap penyakit telah menjadi fokus utama ( Houston 2017 ). Hal tersebut dapat diketahui dengan mencari tahu terlebih dahulu bakteri yang resisten terhadap jenis ikanya, sehingga akan mempermudah dalam melakukan pemuliaan jenis ikan yang kita targetkan menjadi ikan yang tahan terhadap resistensi penyakit akibat bakteri. Proses in...

Penyimpangan Semu Pada Hukum Mendel: Interaksi Genetik Intermediet

Gambar
Penyimpangan Semu Pada Hukum Mendel:  Interaksi Genetik Intermediet Penyimpangan semu Hukum Mendel adalah persilangan yang menghasilkan rasio fenotip berbeda dan masih berdasarkan pola dihibrid Hukum Mendel yaitu 9:3:3:1. Hasil persilangan tersebut menjadi semu karena dalam pola pewarisannya masih ada hukum Mendel yang berlaku. Pada Hukum Mendel sendiri terdapat dua jenis persilangan, yang pertama monohibrid dan yang kedua dihibrid. Dalam kondisi normal persilangan monohibrid akan menghasilkan rasio fenotip 1:1:1 atau 3:1 sedangkan fenotip dihibrid 9:3:1:1. Intermediet dalam penyimpangan semu Hukum Mendel disebut juga sebagai gen yang tidak dominan dan tidak resesif. Berikut merupakan contoh penyimpangan semu pada Interaksi Genetik Intermediet terhadap persilangan ikan cupang. Gambar 1. Persilangan ikan cupang warna merah dan putih (foto pribadi penulis) Persilangan antara ikan cupang warna merah (RR) dengan ikan cupang warna putih (rr) akan menghasilkan keturunan dengan i...

Ikan Cupang Liar Endemik dan Terancam Punah di Indonesia

Gambar